Jumat, 26 Juni 2009

Lattice

ngeBlender lageeee…….Ok, sekarang kita mau belajar tentang Lattice. Lattice itu adalah objek frame tige dimensi yang apabila diubah bentuk maka akan mengubah bentuk objek anaknya. Ini salah satu jurus dari Blender 3D yang sudah ada dari awal jaman kemunculan Blender 3d. Jadi kalo kita mau membentuk objek tanpa harus mengedit posisi dari vertek objek secara langsung, cukup gunakan lattice aja. Kita cukup mengatur vertek dari lattice hingga terbentuk objek pemodelan yang diinginkan.

Untuk pemodelan, lattice bisa dipake pada objek polygon, permukaan, dan partikel. Hebatnya lagi, lattice nggak cuma bisa dipake buat pemodelan aja, tapi juga bisa dipake buat animasi. Misal kita mau membentuk suatu objek dari sebuah UVSphere, maka :

  • Buka blender 3d nya.

  • Add – Mesh – Uvsphere


  • Add – Lattice

  • Tekan S untuk scale. Buat hingga Uvsphere mampu tertampung di dalam Lattice.

  • Pada menu Editing (F9), yaitu pada tab lattice, atur nilai u, v, dan w sehingga jumlah vertek pada lattice bertambah. Nilai u, v, dan w ini besarnya tergantung kebutuhan, jadi untuk membentuk objek yang lebih rumit, tentunya membutuhkan nilai u, v, dan w yang lebih besar. Tapi untuk kali ini, saya buat nilainya 3 aja.


  • Lalu kita membuat lattice sebagai objek induk dan UVsphere sebagai objek anakan, yaitu dengan melakukan parenting. Pilih UVsphere – (sambil menekan SHIFT) lalu pilih lattice – kemudian tekan CTRL+P – dan pilih lattice deform.


  • Sekarang objek induk dan objek anak sudah terbentuk. Coba anda pilih lattice, lalu tekan TAB untuk masuk ke edit mode.

  • Silahkan pilih vertek mana saja dari lattice, kemudian ubahlah bentuk lattice tersebut. Maka objek Uvsphere yang ada di dalam lattice pun akan ikut berubah bentuknya.


By Yomi

Read more...

Senin, 18 Mei 2009

Pilihan Seleksi

Kembali ke Blender 3D. …………..

Blender 3D memberikan kemudahan dalam mengedit objek tiga dimensi. Diantaranya, blender menyediakan beberapa pilihan tombol untuk menyeleksi bagian dari objek tiga dimensi. Fasilitas ini bias ditemui jika anda berada pada Edit Mode. Coba saja langsung pada area kerja Blender 3D anda. Misal anda menggunakan objek default cube.Lalu tekan tombol Tab untuk ke Edit Mode.Maka akan terlihat 4 tombol untuk mempermudah editing anda.


4 tombol pada Blender 3D tersebut mempunyai fungsi berbeda – beda, berikut penjelasannya :

  • Vertex select mode, untuk memilih satu atau lebih vertex yang akan kita edit


  • Edge select mode, untuk memilih garis / sumbu yang terbentuk antara 2 vertex.


  • Face select mode, untuk memilih face / sisi dari objek anda. Jika menekan tombol ini, nanti objek anda pada bagian face-nya akan muncul titik hitam



  • Occlude background geometry, apabila ditekan, maka efek transparansi pada edit mode akan menghilang. Sisi, vertex, ataupun sumbu pada bagian belakang pandangan tidak akan terlihat.



By Yomi

Read more...

Jumat, 01 Mei 2009

Rendering

Rendering ntu kalo yang gw dapet dari http://www.barubelajarkomputer.co.cc/ kira - kira artinya adalah adalah proses penggabungan semua komponen video editing untuk dikumpulkan dalam suatu format. Berlaku pula saat pembuatan Game, jika grafisnya sangat bagus maka proses rendering dapat berlangsung sangat lama, tergantung pula pada VGA. Processor pada komputer juga memegang peranan penting dalam proses rendering.

Di Blender 3D, juga terdapat fasilitas ini. Untuk menggunakannya, yaitu :

  • Tekan F10 (scene)

  • Maka akan tampil dan kalo di klik pada tab Render akan terlihat ada 2 pilihan untuk rendering engine. Pilih salah satu.
  • Kita juga bisa memilih tipe untuk render display.

    • Setelah itu tekan tombol Render.

    • Untuk menyimpan image hasil rendering : File - Save Rendered Image.

    • Lalu tentukan lokasi untuk menyimpan image, jika sudah, save JPEG.

    • Sedangkan untuk merender animasi bisa kita gunakan tombol Anim pada Tab Anim. Lebih lanjut tentang rendering animasi, akan dibahas pada topik animasi rendering.

    Untuk merender objek, cukup dengan menekan F12. Dan untuk melihat preview rendering sebelum di render tekan Shift+P. Dan yang saya tahu dan pernah gunakan, bahwa blender 3D menggunakan 2 macam engine rendering, yaitu Blender Internal dan Yafray.

    Kalo Blender Internal yaitu engine bawaan Blender 3D untuk merender berbagai objek dan animasi beserta efek - efeknya. Sama dengan yafray, namun Yafray lebih difokuskan untuk rendering Ray Tracing seperti efek gelas / kaca. Dan sepengetahuan saya, Yafray lebih berat, sehingga membutuhkan processor dan VGA yang cepat untuk mendukung proses renderingnya.


    by Yomi

    Read more...

    Objek Smooth

    Objek mesh pada blender 3D terbentuk dari vertek - vertek yang saling terhubung satu sama lain sehingga membentuk suatu objek. Kalo kita membuat objek 3D secara default pada blender 3D, bentuk permukaan objek akan kasar atau masih terlihat sudut - sudut (kalo gw bilangnya gitu), apalagi kalau jumlah verteknya sedikit, maka bentuk objek akan semakin kasar seperti gambar di bawah.
    Dengan bentuk nyang kaya gitu, kita bisa mengubahnya menjadi bentuk permukaan yang lebih halus, sehingga sudut - sudut yang terbentuk akibat pertemuan vertek bisa dihilangkan. Di Blender 3D, fasilitas untuk membuat objek menjadi lebih halus itu dinamakan smooth. Sebenernya setiap program 3D macem 3DSmax, Maya, Lightwave dan lainnya juga pasti ada. Dan kalo menurut gw, untuk tiap program 3D, fitur ini WAJIB ADA, ga boleh ngga.

    Ok, balik lagi ke Blender 3D, untuk membuat objek menjadi smooth, yaitu :
    • Pada blender 3D, tekan F9 untuk ke tab Editing.
    • Lalu dalam keadaan objek terpilih, tekan Set Smooth

    • Maka lihat perbedaan bentuk objek dengan sebelum di set smooth, yang sekarang terlihat lebih halus kan.

    by Yomi

    Read more...

    Minggu, 26 April 2009

    Animasi Partikel

    Animasi partikel ini banyak penerapannya pada Blender 3D. Contohnya pada animasi nyala api, asap, ledakan, debu, awan, dan masih banyak lagi. Nah, kita sekarang mau coba buat animasi partikel yang dasar dulu, yaitu animasi di mana ada semburan bunga api yang meluncur ke atas. Ya udah, kita langsung ngeBLENDER aja.

    • Buka aplikasi Blender 3D.
    • Objek kubus default hapus tekan Del, Enter.
    • Buat Plane (tekan space – Add – Mesh – Plane).

    • Karena kita pada tampilan atas, jadi udah keliatan kan plane nya.

    • Pada Plane terpilih, tekan Tab untuk edit mode (warna vertek jadi kuning )

    • Tekan F7 untuk berpindah ke objek mode , kemudian tekan particle button, lalu pilih Add New.

    • Akan muncul banyak tab konfigurasi partikel, tapi kita hanya menggunakan Particle System dan Physics.

    • Pada Particle System biarkan saja settingan default, dimana Amount menunjukkan banyaknya partikel, Sta menunjukkan awal frame, End menunjukkan akhir frame dan Life menunjukkan lamanya partikel akan ditampilkan.
    • Pada Physics, setting nilai Object, Normal dan Random. Antara Normal dan Random bisa anda atur sesuai keinginan. Jika Normal lebih dominan maka partikel akan menyembur ke atas secara lurus, namun apabila Random lebih dominan maka partikel akan bergerak memencar. Kalo saya sih kaya gini setingannya:

    • Pada Visualization, setting Draw Size nya. Gunanya untuk mengatur besarnya partikel yang akan digunakan. Semuanya terserah keinginan anda aja. Di Blender 3D, "semua bisa diatur". Kalo saya sih 4 aja.

    • Tekan F5 untuk tab shading, Tekan Add New.
    • Ok, sudah setingannya, kita lihat hasilnya.
    • Tekan Num 1 untuk merubah pandangan dari samping. Lalu tekan Alt+A.

    • Taraaaam ………keluar kan partikelnya.
    • Tapi masih ada satu yang kurang, kalo nih partikel di render, warnanya masih putih, jadi kita perlu merubah warna partikelnya menjadi merah api. Yaitu pada bagian tab shade (F5). Setting nilai RGB nya sedemikian rupa sehingga menyerupai warna nyala bunga api.

    • Sip deh…..tinggal di render.


    by Yomi

    Read more...

    Jumat, 24 April 2009

    Layer pada Blender 3D


    Kalau anda biasa menggunakan program pengolah gambar 2D seperti Photoshop, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Layer. Ya, layer tidak lain sebagai tumpukan dari transparansi overhead dan objek Blender 3D. Ga beda jauh kan sama di Photoshop, Cuma objeknya aja yang beda.

    Pada waktu kita menonaktifkan layer, artinya anda memindahkan transparansi dari susunan sehingga objek pada transparansi menjadi tidak kelihatan, namun masih dapat digunakan. Dengan adanya layer, maka akan mempermudah organisasi kerja anda , apalagi apabila anda bekerja dengan objek yang rumit. Ada baiknya bagian objek yang prioritas pengerjaannya lebih rendah untuk dinonaktifkan leyernya, sehingga bidang kerja anda tidak penuh dengan objek.


    Dasar – Dasar Layer


    Dapat dilihat tombol layer seperti berikut :

    • Pada Blender, tekan F10 untuk berpindah ke tab scene.
    • Lalu pilih Render Layers, maka akan tampak tombol layer seperti berikut
    • Tombol yang tertekan menandakan layer yang aktif.
    • Dengan menekan LMB berarti memilih layer aktif, dan menekan SHIFT memungkinkan anda untuk memilih beberapa layer untuk diaktifkan.
    • Baris layer bagian atas adalah layer dari satu sampai sepuluh, dan baris bawah adalah layer dari sebelas sampai dua puluh.
    • Tombol nomor pada keyboard utama (bukan numpad) dari 0 – 9 dapat digunakan untuk memilih layer satu sampai sepuluh.
    • Dengan menekan ALT-0 sampai ALT-9 dapat digunakan untuk memilih layer sebelas hingga dua puluh.
    • Layer terakhir yang dipilih adalah layer yang aktif, dan langkah selanjutnya berpengaruh padanya.
    • Anda juga dapat memindahkan objek antar layer, yaitu aktifkan layer bersangkutan dengan mouse atau pad nomor ( gunakan tombol Edit atau menu pop up yang dipanggil denga M), lalu tekan OK untuk konfirmasi. Hal ini memungkinkan objek aktif dapat terlihat pada lebih dari satu layer.
    Download versi pdf : Sistem Layer pada Blender 3D

    by Yomi



    Read more...

      © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP